” Menjual Harga Diri ” di Kapal Pesiar : Apapun dilakukan asal bisa naik pangkat (true story)

Semurah itukah harga diri bagi crew member  yang sedang dimabuk uang dan pangkat. Persaingan mendapatkan posisi yang lebih baik dari rekan sejawat dan keinginan mengumpulkan harta dengan cepat dari hasil kapal pesiar. Kehidupan hedonisme dan duniawi telah membutakan segalanya. Nggak crew cewek maupun cowok sama saja. Dalam hal ini kita tidak membicarakan gender, namun memang seperti itulah realita diantara beberapa cerita kecil kehidupan crew di kapal pesiar. Seperti kita tahu dunia crew kapal pesiar yang erat dengan kehidupan bebas dan kebarat-baratan, termasuk juga fenomena free sex dan LGBT yang mungkin bagi sebagian kecil crew kapal pesiar adalah lumrah mumpung lagi di luar negeri dan terutama jauh dari kontrol lingkungan atau keluarga.

Persaingan cari pangkat di kapal pesiar sangat susah. Nggak cuma bersaing dengan rekan sebangsa, namun juga ada crew member bangsa lain yang mengadu nasib di kapal pesiar. Tekanan kerja yang berat terkadang membuat orang lupa daratan dan menghalalkan segala cara yang penting bisa mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya. Hal ini menjadi kesempatan bagi oknum pimpinan/ manajemen di kapal pesiar yang gemar ‘memanfaatkan‘ bawahannya dengan iming-iming kenaikan pangkat yang notabene kenaikan gaji. ‘Memanfaatkan‘ dalam hal ini adalah dari segi free sex alias jadi budak nafsu pimpinan pada departemen kerjanya di kapal pesiar. Ada yang kumpul kebo dengan atasan beda jenis kelamin maupun sesama jenis. Fenomena homo seksual atau lesbian juga menjadi momok berbahaya di kapal pesiar. Mereka (para bos) mencari ‘mangsa’ yaitu para crewmember yang biasanya ingin segera naik pangkat.

Di sisi lain para crew member pengejar pangkat sudah siap resikonya menjadi ‘peliharaan’ bos. Cuek dengan opini rekan kerja yang biasanya menggosip, bahkan ada yang malah sok bangga terpilih menjadi ‘peliharaan’ para sugar daddy pengisi top level management. Semua demi kemudahan naik pangkat dan ringannya pekerjaan yang dijalani (semua crew menyebut ini dengan istilah  good life on board). Fenomena ini cukup sering kita temui. bahkan tak jarang yang menyebutnya wajar. Maklum, motif keinginan bekerja di kapal pesiar pada masing-masing orang berbeda-beda. Begitu juga dengan konsep pemahaman mereka tentang cara mencari uang yang simpel dan tidak buang banyak waktu atau usia.

in fact, para crew dengan “perilaku khusus” ini atau biasa disebut para ” playerz”  di kapal pesiar umumnya sebenarnya punya kehidupan asmara yang normal bersama pasangan mereka masing-masing di rumah. namun kebutaan akan harta atau jabatan lah yang membuat mereka bergaya hidup seperti ini sembari di kapal pesiar. Bergonta-ganti pasangan di kapal pesiar namun yang dicari selalu orang-orang yang berpangkat. Demi mengamankan karier atau setidaknya memberi uang saku buat  mereka jalan-jalan sehingga gaji bulanan yang didapat  utuh bisa dikirim utuh ke keluarga. Well, tujuannya mulia namun caranya sangat murahan sekali yaah?.

Percaya nggak?, draft artikel ini sebenarnya sudah ada di benak saya sejak tahun 2015 namun baru sekarang ini mencoba untuk dirilis. Ada perasaan khawatir dikira sok suci mempublikasikan keburukan sebagian kecil perilaku crew kapal pesiar. Namun disisi yang lain saya ingin artikel ini menjadi rem atau bahkan stopper bagi rekan-rekan yang mungkin akan terjerumus gaya hidup seperti ini.

Rejeki sudah diatur Tuhan Y.M.E, buat apa ngoyo mengejar harta yang tidak akan bisa dibawa mati.

Soo this is your Fu*kin life you said?? and nobody can care about!!, but we are here Indonesian crewmember represent the eastern culture that our pride is on the top of everything. You betta watch your doin’ because God knows everythin’


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s