Menguak Fenomena “Keli & Neli” on board

old on board

Seiring perjalanan waktu kita bekerja di kapal pesiar, terkadang kita melihat  dua orang passenger / pasangan yang sudah sering nge-cruise di perusahaan kapal tempat kita bekerja biasanya mereka ini adalah orang yang sudah berusia lanjut . Bahkan ada yang extend cruise berminggu-minggu bahkan kita sampe bosen melihatnya. Banyak crew member pemula menganggap para passenger ini adalah orang yang berduit. Terkadang jadi bahan candaan juga para crew senior ngerjain crew pemula mengatakan bahwa orang-orang ini adalah keluarga/owner perusahaan. Lucunya para crew pemula nurut aja dan melayani para tamu spesial ini sepenuh hati layaknya melayani anggota keluarga kerajaan.  Saking lamanya nge-cruise, kakek & nenek ini bahkan mengenal dan akrab dengan beberapa crew. Ngobrol, bercanda, terkadang menceritakan masa muda mereka, bahkan hingga ingin mengangkat kita jadi anak angkat mereka. weehh…sapa mau, ayoo ngacung !!!

bagi crew member kapal pesiar yang umumnya staff dining room/ Buffet pasti hapal bener wajah dan perilaku mereka. Yaa, inilah si Keli & Neli ( alias: Kakek lincah & Nenek lincah) yang hidup berpindah-pindah dari kapal pesiar satu ke yang lain selama bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun. Terkadang para Keli & Neli ini baik ke kita-kita, tapi terkadang juga mereka super merepotkan. Perusahaan kapal pesiar ada yang membolehkan penumpangnya long cruise , tapi ada juga yang memberi batasan maksimal 3x cruise yang sama untuk selanjutnya berpindah kapal atau berganti perusahaan kapal pesiar.

Keli & Neli umumnya adalah orang-orang pensiunan di Amerika yang kesulitan menghadapi mahalnya biaya hidup di darat. Mereka biasanya memiliki anak yang sudah dewasa, namun tidak peduli terhadap keadaan sang orang tua ini.

looks fun but deep inside their heart actually they are sad.

Penghasilan pensiunan mereka di Amerika tidak banyak. Sedangkan biaya menyewa apartemen, pajak, dll cukup tinggi. belum lagi jika mereka membutuhkan suster yang mengurusi kehidupan mereka sehari-hari. dan juga  biaya dokter jika sakit, biaya reparasi perlengkapan rumah ( alat elektronik, bohlam lampu, toilet mampet,dan biaya tak terduga lain yang mahal karena jasa penanganan hal ini di Amerika sangat mahal). Singkatnya, kurang lebih biaya hidup di Amerika untuk orang yang sudah berusia lanjut rata-rata $100 USD per hari. Harga tiket promo cruise 7 hari biasanya berkisar $380 – $600 USD per orang which means mereka bisa hidup bebas  di kapal pesiar dengan  biaya yang jauh dibawah anggarannya. Setidaknya mereka bisa menghemat $25 USD perhari ( yang kadang uang itu dibagi-bagikan sebagai tips buat yang melayani mereka setiap hari)

Disinilah salah kaprah kita sebagai crew member pemburu tips yang memikir mereka ini adalah orang yang berduit. Bener sih, mereka memberikan tips ke kita. Para keli & neli ini menganggap uang segitu adalah free atau ekstra kembalian duit biaya hidup mereka di darat. next month akan ada lagi uang pensiun yang didapat dan bisa untuk ngecruise lagi ujarnya. Sebenernya mereka ini hanya numpang hidup di kapal pesiar. jarang jalan-jalan keluar kapal. Hanya menikmati hari-hari di kolam renang atau jogging muter area kapal. Makan-tidur-nonton TV, dan berbagai kegiatan simpel khas orang yang sudah berumur.

Hidup di kapal pesiar begitu mudah bagi para keli & neli ini. makan gratis, minum gratis ( air putih/es teh/limonade) sudah cukup, kolam renang, gym, jogging gratis, hiburan di kapal (music, theater, bioskop,dll) juga gratis. kamar /cabin bagus, odol/shampoo/sabun gratis. TV acara internasional, kalau sakit, tersedia dokter gratis 24 jam. Kurang apa coba?. Saya banyak ngobrol dengan para keli & neli ini. Terkadang kepo pengen tahu gimana biaya hidup dan kehidupan mereka di Amerika ternyata berat banget gaess. Bersyukurlah kita ini hidup di Indonesia dengan biaya hidup murah apalagi kita bergaji dollar US. ‘Tull nggak?

Dari fenomena ini bisa kita petik hikmah bahwa kita sebagai anak harus berbakti kepada orang tua kita. Sejak lahir, balita, remaja kita selalu merepotkan mereka. Mengapa setelah kita dewasa dan sukses bergaji dollar kurang atau bahkan tidak peduli kepada orang tua . Jangan sampai orang tua kita merasa tidak diperhatikan. Mempunyai anak yang sukses itu sangat membahagiakan, apalagi jika anaknya sukses dan berbakti pada orang tua. Who else?. yaa kita-kita ini gaess.

JAYALAH SELALU PELAUT KAPAL PESIAR INDONESIA !!

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s